Diduga Dilindungi, Lapak Obat Keras di Cipatik Bandung Barat Terang-Terangan Jual Tramadol dan Eximer

- Jurnalis

Kamis, 8 Januari 2026 - 23:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Eksposeinvestigasi.com,Bandung Barat – Peredaran obat keras golongan G di Jalan Raya Cipatik, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, kini bukan lagi sekadar dugaan. Praktik ilegal itu berlangsung terang-terangan, terbuka, dan nyaris tanpa rasa takut, seolah hukum tak berlaku di wilayah tersebut.

Ironis dan memprihatinkan, meskipun lokasi tersebut sudah berkali-kali dilaporkan baik melalui pemberitaan media maupun pengaduan resmi ke layanan kepolisian 110, aktivitas penjualan Tramadol dan Hexymer di belakang sebuah kios itu tetap berjalan normal hingga saat ini.kamis (08/01/2026)

Apakah aparat tidak tahu, tidak mampu, atau justru sengaja membiarkan?

Awak media yang turun langsung ke lokasi mendapati dua pria yang diduga kuat sebagai penjual obat keras. Tanpa rasa cemas, keduanya mengaku bernama Alex dan Bagus.

“Tramadol Rp5 ribu per butir, Eximer Rp5 ribu dapat empat butir. Sehari bisa dapat Rp2 juta sampai Rp3 juta,” ujar Bagus kepada wartawan.

Baca Juga :  Hendak Dibawa ke Polres Kendal, Mobil Box Diduga Pelangsir Solar Bersubsidi Malah Pergi Usai Korlap Datang

Pengakuan itu bukan hanya mengejutkan, tetapi juga menelanjangi lemahnya pengawasan hukum. Bagus bahkan dengan gamblang menyebut bahwa dirinya hanya pekerja, sementara pemilik lapak disebut bernama Boy.

“Saya cuma kerja, Bang. Bosnya Boy. Kalau mau, nanti saya telepon dulu bos saya,” katanya tanpa sedikit pun menunjukkan rasa takut.

Peredaran obat keras di Cipatik diduga telah menjadi bisnis aman dan nyaman, bukan operasi sembunyi-sembunyi.

Lebih jauh, sejumlah narasumber menyebut aktivitas ini sudah berlangsung lama, namun tidak pernah benar-benar ditindak.

Situasi ini memunculkan dugaan kuat adanya pembiaran sistematis, bahkan potensi “zona aman” bagi pelaku peredaran obat keras.

Saat dikonfirmasi, Kanit Reskrim Polsek Cililin Polres Cimahi, IPDA Priyo Duantoro, menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu rapat koordinasi dengan Forkopimcam. Pernyataan tersebut justru menimbulkan kekecewaan.

Baca Juga :  Perkuat Pelayanan Kepolisian, Irwasda Polda Jabar Buka Rakernis SPKT T.A. 2026

Sebab di saat aparat “menunggu rapat”, obat keras terus dijual, generasi muda terus dirusak, dan uang haram terus mengalir setiap hari.

Sementara itu, Kapolsek Cililin AKP D.M.S. Andriani S, S.Pd., hingga berita ini diterbitkan belum memberikan keterangan resmi, memperkuat kesan bungkamnya aparat di tengah kegelisahan masyarakat.

Jika laporan berulang, bukti lapangan terbuka, dan pengakuan penjual sudah sedemikian gamblang, lalu apa lagi yang ditunggu?

Publik mendesak Kapolres Cimahi hingga Kapolda Jawa Barat untuk turun tangan langsung. Sebab bila praktik ini terus dibiarkan, maka wibawa hukum patut dipertanyakan, dan aparat akan dinilai gagal melindungi masyarakat dari kejahatan narkotika terselubung berkedok obat keras.

Negara tidak boleh kalah oleh pengedar.Jika tidak segera ditindak, maka pembiaran ini akan tercatat sebagai tamparan keras bagi penegakan hukum di Kabupaten Bandung Barat.

Follow WhatsApp Channel eksposeinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua DKM Masjid Raya Al-Jabbar Ajak Warga Jabar Jaga Kondusivitas dan Keamanan Daerah
Pimpin Upacara Sumpah Pemuda ke-98, Kapolda Jabar Dorong Pembentukan Generasi Patriotik
Kapolda Jabar Sebut, Pasca Penyampaian Aspirasi di Sejumlah Titik di Kota Bandung Aman dan Kondusif
Penyampaian Aspirasi di Bandung Berjalan Aman dan Kondusif, Kepulangan Massa Dikawal Langsung Kabid Propam Polda Jabar
Diduga Dokumen Tak Lengkap, Mobil Transportir BBM PT PNER Diamankan Polres Gunungkidul
NGERI! Diduga Lalai Proyek PUPR Banten Rp13,1 Miliar, Excavator Senggol Tiang Listrik Hingga Jatuh ke Jalan, 6 Orang Jadi Korban
Apel Gelar Pasukan Ops Patuh Lodaya 2026, Waka Polda Jabar Sebut Angka Kecelakaan Turun 51 Persen
6,9 MILIAR AMBURADUL PROYEK SILUMAN ! Diduga Proyek Drainase Pamulang CV VANZ KARYA Tak Sesuai Papan Anggaran, Warga Komplain
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 01:33 WIB

Ketua DKM Masjid Raya Al-Jabbar Ajak Warga Jabar Jaga Kondusivitas dan Keamanan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 01:30 WIB

Pimpin Upacara Sumpah Pemuda ke-98, Kapolda Jabar Dorong Pembentukan Generasi Patriotik

Kamis, 29 Oktober 2026 - 01:27 WIB

Kapolda Jabar Sebut, Pasca Penyampaian Aspirasi di Sejumlah Titik di Kota Bandung Aman dan Kondusif

Kamis, 29 Oktober 2026 - 01:23 WIB

Penyampaian Aspirasi di Bandung Berjalan Aman dan Kondusif, Kepulangan Massa Dikawal Langsung Kabid Propam Polda Jabar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Diduga Dokumen Tak Lengkap, Mobil Transportir BBM PT PNER Diamankan Polres Gunungkidul

Berita Terbaru