Eksposeinvestigasi.com,Bandung –
Peredaran obat keras golongan G di wilayah Cicalengka, Kabupaten Bandung, kembali menjadi sorotan. Meski sudah berkali-kali dilaporkan kepada pihak berwenang, aktivitas ilegal tersebut diduga masih terus berlangsung dan seakan tidak memberikan efek jera bagi para pelaku.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga sekitar, lokasi transaksi yang sebelumnya berada di sekitar area Stasiun Cicalengka kini diduga berpindah ke sebuah gang yang tidak jauh dari titik lama.
Modus penjualannya pun disebut-sebut menggunakan sistem “gendong” guna menghindari pantauan aparat.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa transaksi obat keras tersebut masih berjalan secara terang-terangan.
“Sekarang lokasinya ada di dalam gang. Sistem jualannya gendong. Untuk Tramadol dijual Rp7.000 per butir, Thriex Rp6.000 per butir, dan Exsimer Rp10.000 untuk empat butir,” ujar warga tersebut, Jum’at (13/3/26).
Warga mengaku sangat resah dengan aktivitas tersebut. Selain berpotensi merusak generasi muda, lokasi peredaran obat keras itu juga berada tidak jauh dari SMP PGRI Cicalengka, yang setiap hari dipadati para pelajar.
Masyarakat khawatir peredaran obat keras golongan G tersebut dapat dengan mudah menjangkau kalangan pelajar dan remaja di sekitar wilayah itu.
“Ini sangat meresahkan, apalagi dekat dengan sekolah. Takutnya anak-anak sekolah jadi sasaran,” tambahnya.
Warga pun mempertanyakan keseriusan aparat penegak hukum dalam menindak praktik peredaran obat keras tanpa izin edar tersebut. Pasalnya, laporan demi laporan yang telah disampaikan sebelumnya dinilai belum mampu menghentikan aktivitas para pelaku.
Masyarakat berharap Polsek Cicalengka, Polresta Bandung, serta instansi terkait segera turun tangan melakukan penertiban dan penindakan tegas terhadap para pelaku, agar wilayah Cicalengka tidak terus menjadi tempat peredaran obat keras ilegal yang dapat merusak masa depan generasi muda.
Apabila tidak segera ditindak, warga khawatir peredaran obat keras golongan G tersebut akan semakin meluas dan sulit dikendalikan. Warga pun berharap adanya langkah nyata dari aparat demi menciptakan lingkungan yang aman, khususnya bagi para pelajar di sekitar kawasan tersebut.









