Eksposeinvestigasi.com, Tangerang – Dugaan praktik penjualan obat keras golongan G dan psikotropika secara ilegal kembali mencuat di wilayah Jakarta Selatan. Sebuah warung yang diduga berkedok toko mainan dan plastik di kawasan Jalan Adiyaksa disebut-sebut bebas memperjualbelikan berbagai jenis obat terlarang tanpa resep dokter.
Informasi tersebut disampaikan oleh seorang narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.Kepada awak media, sumber menyebut bahwa aktivitas penjualan obat-obatan tersebut diduga sudah berlangsung cukup lama dan dilakukan secara terang-terangan.
“Warung itu kedoknya toko mainan dan plastik, tapi di dalamnya jual obat keras bebas. Yang jaga bernama Muhammad Haikal alias Awa,” ungkap narasumber kepada wartawan, Selasa (9/6/2026).
Tak hanya itu, sumber juga menyebut adanya sosok yang diduga sebagai pemilik atau pengendali usaha ilegal tersebut dengan nama panggilan “Paci” atau “Aci”.
Menurut keterangan narasumber, berbagai jenis obat keras dijual bebas kepada pembeli tanpa pemeriksaan maupun resep dokter. Obat golongan G jenis Tramadol disebut dijual seharga Rp5 ribu per butir.
Sementara obat golongan benzodiazepine atau psikotropika seperti Alprazolam dijual Rp15 ribu per butir dan Riklona mencapai Rp30 ribu per butir.
“Macam-macam obat ada. Dijual bebas seolah tidak takut hukum, padahal sekarang lagi ramai atensi soal peredaran obat keras ilegal,” lanjut sumber.
Praktik penjualan obat keras dan psikotropika tanpa izin sendiri merupakan pelanggaran serius yang dapat dijerat dengan Undang-Undang Kesehatan serta Undang-Undang Psikotropika. Peredaran obat-obatan tersebut dinilai sangat berbahaya karena berpotensi disalahgunakan oleh kalangan remaja hingga memicu tindak kriminal dan gangguan kesehatan mental.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum terkait dugaan aktivitas penjualan obat keras ilegal tersebut.
Awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak kepolisian setempat guna memastikan tindak lanjut atas informasi yang beredar.
Penulis : Red
Editor : Redaksi









