Eksposeinvestogasi.com – DEMAK, JAWA TENGAH – Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Raya Bandungrejo, Desa Bandungrejo, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Sebuah mobil box berkepala merah bernomor polisi H 8087 HA menabrak bagian belakang mobil tangki yang tengah mengalami kerusakan di tengah jalan, Selasa (3/11/26).
Insiden tersebut kemudian melibatkan sebuah mobil Daihatsu Grand Max berwarna putih bernomor polisi H 1082 BG yang berada tepat di belakang mobil box.
Berdasarkan pantauan di lokasi, peristiwa itu terjadi ketika mobil box melaju dari arah Grobogan menuju Semarang. Saat tiba di lokasi kejadian, pengemudi diduga tidak sempat menghindari mobil tangki yang sedang berhenti akibat mengalami gangguan teknis hingga tabrakan pun tidak terhindarkan.
Akibat benturan tersebut, mobil Grand Max putih yang berada di belakang mobil box turut menabrak bagian belakang kendaraan box tersebut sehingga terjadi kecelakaan beruntun.
Menurut keterangan pengemudi mobil tangki, kendaraan yang dikemudikannya mengalami kerusakan pada bagian plat kopling sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan dan terpaksa berhenti di tengah jalan.
Namun, insiden ini tidak hanya menyisakan persoalan kecelakaan lalu lintas. Hasil pengamatan di lokasi juga memunculkan sejumlah pertanyaan terkait muatan dan isi kendaraan box H 8087 HA.
Pasalnya, berdasarkan keterangan pengemudi mobil box, kendaraan yang dikemudikannya diketahui bermuatan BBM jenis solar.
Lebih jauh, dari dalam kendaraan box tersebut terlihat puluhan pelat nomor kendaraan (Nopol) yang diduga berkaitan dengan aktivitas pengangkutan atau pelangsiran BBM jenis solar dari sejumlah SPBU.
Selain itu, terlihat pula cairan yang keluar dari bagian dalam mobil box dan diduga merupakan BBM jenis solar. Kondisi tersebut tentu membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan jenis cairan, asal muatan, serta legalitas pengangkutannya.
Jika benar kendaraan tersebut digunakan untuk mengangkut BBM solar dari sejumlah SPBU dengan menggunakan identitas atau pelat nomor kendaraan yang berbeda-beda, maka aktivitas tersebut patut ditelusuri oleh aparat penegak hukum dan instansi terkait.
Publik tentu berhak mengetahui apakah BBM yang diangkut merupakan BBM bersubsidi atau BBM nonsubsidi, bagaimana asal-usul perolehannya, serta apakah kendaraan tersebut dilengkapi dokumen resmi pengangkutan dan perizinan sesuai ketentuan yang berlaku.
Peristiwa kecelakaan ini semestinya tidak hanya dipandang sebagai persoalan tabrakan kendaraan di jalan raya. Keberadaan puluhan pelat nomor kendaraan di dalam mobil box serta dugaan muatan solar menjadi aspek lain yang perlu mendapat perhatian serius.
Aparat kepolisian diharapkan tidak berhenti pada penanganan kecelakaan lalu lintas semata, tetapi juga melakukan pemeriksaan terhadap muatan, dokumen kendaraan, asal-usul BBM, serta keberadaan puluhan pelat nomor yang ditemukan di dalam mobil box tersebut.
Jika tidak ditemukan pelanggaran, pemeriksaan yang transparan justru dapat memberikan kepastian hukum sekaligus menjawab pertanyaan masyarakat.
Beruntung, dalam insiden tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Meski demikian, peristiwa ini menyisakan sejumlah pertanyaan yang membutuhkan penjelasan dari pihak berwenang.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya menghubungi Kapolsek Mranggen, Polres Demak, guna meminta klarifikasi dan penjelasan terkait penanganan kecelakaan maupun dugaan aktivitas pengangkutan BBM solar tersebut.
(Red)









